Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati Peran

Hidup itu  sawang sinawang, menurut istilah orang Jawa.  Artinya mungkin kurang lebih, dalam hidup, kita selalu melihat (keadaan) orang lain, dan kemudian membandingkannya dengan keadaan yang kita jalani. Sepertinya keadaan orang lain terasa lebih enak, dan apabila pemikiran tersebutyang diteruskan, akan menjadi sebuah keluh kesah dan tidak mensyukuri hidup. Begitu juga saat menjalani peran sebagai ibu, baik itu ibu yang tugasnya mengurus rumah tangga saja, ibu yang mengurus rumah tangga sambil bekerja di rumah, maupun ibu yang bekerja kantoran. Ibu yang dirumah melihat ibu bekerja sepertinya enak, Sementara ibu bekerja berfikir yang sama, melihat ibu yang dirumah enak bisa punya waktu banyak untuk anak-anak. Padahal kenyataannya setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda, terkadang yang terlihat hanyalah yang indah saja.             Bukan saja sekedar melihat kesibukan ibu yang lain, terkadang kita juga memba...

Cantik itu Relatif dan Menyeluruh

Cantik itu sesuatu yang relatif, yang terpancar dari dalam diri seseorang. Cantik itu adalah sesuatu yang menyeluruh, termasuk perilaku, pendapat, cara berpikir, kepribadian, dan cara membawa diri. Demikian pengertian cantik yang harus kita tanamkan ke anak-anak kita. Cantik itu bukan berarti harus berambut lurus, berkulit putih, dan bertubuh tinggi langsing seperti yang biasa kita didapati   di media Televisi maupun majalah-majalah. Arti cantik menjadi sangat komoditif. Sedangkan media tersebut sangat mudah didapati dimana-mana, dan akhirnya mempengaruhi persepsi tentang nilai cantik dalam masyarakat, tanpa memperdulikan batasan usia dan nilai pendidikan. Ada seorang anak yang selalu membasahi rambutnya yang agak bergelombang, agar terlihat lurus. Karena menurut anak tersebut, rambut yang lurus adalah cantik. Atau ada anak yang selalu berbedak tebal agar terlihat putih dan tidak mau terkena sinar matahari, dengan alasan agar cantik dan tidak hitam. Ada juga seorang anak...

Kedekatan yang Seimbang

            Permasalahan yang terjadi dalam keluarga ada banyak ragamnya. Termasuk kecemburuan antara suami dan istri karena  kedekatan  emosional anak mereka yang  berbeda. Ada anak yang lebih dekat ke ibunya, namun ada juga anak yang lebih dekat ke ayahnya. Masalah ini berujung dengan saling menyalahkan. Bagaimana sebaiknya?             Orangtua mana yang tidak senang  dekat dengan anak?. Orangtua demikian berarti orangtua yang disukai oleh anak. Namun, karena antara suami istri memiliki latar belakang pola asuh yang berbeda, maka pola pikirnya juga berbeda. Contohnya, suami yang dibesarkan dalam keluarga militer, menganggap kalau mendidik anak harus dengan cara disiplin ala militer itu lebih baik. Sementara, istrinya yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang demokratis, yang selalu menghargai anak, menganggap mengasuh anak tidak boleh dengan keras...

MUSIK UNTUK KECERDASAN EMOSI

            Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia melalui keindahan suara yang memiliki irama teratur, dan nada-nada yang teratur. Musik ada dalam kehidupan kita. Kita selalu dikelilingi suara musik yang beraneka ragam. Bisa jadi dari suara alam, misalnya rintik hujan, aliran sungai, desau angin, deburan ombak. Atau dari suara harian yang kita dengar, misalnya detak jam, deru suara mobil,  kicauan burung, dan lainnya. Dan musik yang kita nyanyikan dan dengarkan, yaitu lagu-lagu, musik instrumental, dan lainnya.             Musik memberikan dampak nyata pada perkembangan emosi dan spiritual manusia. Bermain musik dan menyanyikan lagu, bagi anak sangat penting dan memberikan pengaruh yang cukup kuat dalam perkembangan emosinya.             Lalu apa yang harus kita lakukan ?. Karen...

Menghadapi Rengekan Anak Saat Belanja

Beberapa orang tua bertanya, mengapa setiap kali kami berbelanja ke toko, anak-anak selalu meminta ini dan itu, yang sebenarnya tidak dibutuhkan ? Jika tidak dibelikan, mereka merengek-rengek, malah kadang mengamuk. Penyebabnya ada beberapa hal. Pertama, orang tua mana yang  tidak ingin membahagiakan anaknya ?  Mengabulkan dan membiarkan anak meminta barang-barang saat berbelanja, menjadi boomerang sendiri bagi orang tua. Bisa jadi karena orang tua yang tidak konsisten, misalnya ibunya selalu menolak, sementara ayah selalu mengabulkan. Penyebab kedua, adalah faktor modeling dari perilaku orangtua atau lingkungannya. Ketika anak melihat ibu atau ayahnya berbelanja di supermarket atau toko, yang sepertinya mengambil barang sesuka hati, anak pun mulai mempaktekkan hal yang sama. Karena lingkungan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan perilaku anak. Faktor ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah adanya pengaruh iklan di Televisi atau Media lainnya...

Anak yang “Bossy”

            Pernahkah bertemu dengan anak yang suka memerintah siapa saja untuk memenuhi keinginannya? Jika tidak terpenuhi, maka anak tersebut akan berteriak-teriak. Wajarkah perilaku tersebut ? Banyak anak bertingkah seperti layaknya bos dan suka memerintah orang tua, kakak atau teman sebayanya. Meskipun terlihat alami dan jujur, tapi perilaku yang suka memerintah (bossy) ini tidak bisa ditoleransi. Karena jika sifat tersebut tidak berubah, anak akan mengalami kesusahan untuk bisa mendapatkan teman. Dan hal ini akan memicu anak melakukan kekerasan agar mendapat perhatian atau bisa diterima. Sifat “bossy” tersebut biasanya disebabkan oleh perasaan ego. Menurut teori dari Jean Piaget, fase egosentrisme umumnya muncul pada usia 15 bulan, disebabkan oleh ketidakmampuan anak melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain. Jadi semua masalah akan diteropong dari sudut pandang anak. Misalnya, saat anak merebut mainan temannya, meskipun temannya menangi...

ROMANTISME MENGANTAR ANAK KE SEKOLAH

            Waktu tidak pernah berhenti. Terus saja berjalan hari demi hari. Anak-anak kita akan tumbuh semakin besar, dari seorang kanak-kanak menjadi remaja. Ada sebuah aktifitas yang kadang tidak kita sadari merupakan sebuah peristiwa penting dalam menemani pertumbuhan mereka. Sesuatu yang membahagiakan bila mengenangnya. Aktifitas tersebut adalah “Mengantar mereka ke sekolah”.             Mungkin ada banyak alasan orangtua tidak bisa mengantarkan anaknya ke sekolah, bisa jadi karena banyaknya pekerjaan, bekerja di luar kota, atau karena jarak tempuh sekolah yang tidak terlalu jauh. Namun, sebaiknya, sempatkanlah mengantarkan anak ke sekolah, walaupun tidak setiap hari, karena momen tersebut sangat berharga bagi anak.             Dalam perjalanan ke sekolah, kita bisa berbincang sesuatu yang ringan namun menumbulkan kedekatan secara emo...